Acara Debat Publik Ketiga Calon Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk Tahun 2018 diselenggarakan pada tanggal 9 Mei 2018 bertempat di Gedung Juang 45 Nganjuk adalah salah satu jenis kampanye yang difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum. Dalam Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 pasal 20 disebutkan bahwa “Debat publik atau debat terbuka antar Pasangan Calon diselenggarakan oleh KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota dan disiarkan secara langsung melalui Lembaga Penyiaran Publik atau Lembaga Penyiaran Swasta”

Untuk Debat ketiga ini KPU Kabupaten Nganjuk menggandeng Televisi Swasta BBS TV dan di relay oleh TVRI Jatim, KSTV, Dhoho TV dan Bayu TV. Sedangkan untuk Radio Lokal Jodipati FM, Rsal FM dan Oke Radio FM untuk menyiarkan acara debat ini secara langsung agar dapat didengar dan disaksikan oleh masyarakat luas, sehingga masyarakat diharapkan dapat mengenal calon Bupati dan wakil Bupati Nganjuk pada pilkada tahun 2018, mengetahui visi, misi dan programnya, yang pada akhirnya dapat menentukan pilihan pada tanggal 27 Juni 2018 nanti.

 

Terpilih Ketua STKIP PGRI Nganjuk, Ibu Dr. Vera Septi Andini sebagai moderator dalam debat. Pemilihan moderator dari kalangan akademisi ini dengan maksud supaya debat berjalan betul-betul berintegritas. Tema debat kali ini adalah Menyerasikan Pembangunan Daerah Dengan Propinsi Dan Nasional,  Memperkokoh Nkri Dan Kebangsaan Serta Program Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga.

Ketua KPU Nganjuk dalam sambutannya menyampaikan bahwa debat ini adalah salah satu puncak dari upaya menggali, mengetahui program yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon”, Ungkap Agus dengan penuh semangat.

Dengan memperhatikan debat ini, rakyat nganjuk akan mendapatkan informasi tentang pemikiran calon untuk nganjuk kedepan”, lanjut Agus.

Selanjutnya Agus berpesan bahwa upaya untuk menghadirkan pilkada yang bermartabat dan berintegritas adalah menjadi tanggungjawab seluruh komponen (masyarakat, Red) yang ada di Nganjuk. “Dan jangan lupa tanggal 27 juni 2018 yang merupakan hari yang sakral, masyarakat bisa meluangkan waktu lima sampai lima belas menit ke TPS untuk memilih pemimpin Nganjuk dan Jawa Timur lima tahun kedepan”, pesan Agus. (Andik/Erni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *