NGANJUK Metronews – Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2018 memasuki babak Presentasi dan Wawancara oleh TOP 99. Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah yang inovasi nya masuk ke dalam 99 terbaik (TOP 99) dari seluruh peserta di Indonesia (kurang lebih 2.824 peserta). Karena itu, pada hari ke tujuh sesi wawancara TOP 99 KIPP 2018, Selasa, 17 Juli 2018, di Ruang Rapat Sriwijaya II, Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Jakarta, Pj. Bupati Nganjuk Drs. Sudjono, MM., memberikan presentasi sekalikus pemaparan tentang inovasi Kabupaten Nganjuk di bidang kesehatan.

Inovasi tersebut adalah “Pondasi 5 Pilar : Pemberdayaan dan Pelibatan Organisasi untuk Dukungan ASI 5 Pilar”. Tak sendiri, beliau didampingi oleh Kepala Puskesmas Nganjuk Dr. H. Ilham Pramudani, Camat Nganjuk Tri Wahyu Kuntjoro, S.Sos., MM., Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dr. Achmad Noeroel Cholis, sekaligus jajarannya. Pemaparan ini dilakukan dihadapan Tim Panelis Independen yang terdiri dari 8 panelis. Mereka adalah para pakar di bidangnya, yakni Suryo Pratomo (Pemred Metro TV), Neneng Gunadi (Direktur Accenture Indonesia), Wawan Sobari (Pengamat Politik UB), Eko Prasojo (Wakil Menteri PAN-RB), JB Kristiadi, Nurjanah Mochtar, R. Siti Zuhro (Peneliti LIPI), dan Tulus Abadi (Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)).

Pj. Bupati beserta tim diberi waktu selama kurang lebih 45 menit dengan rincian : 3 menit menampilkan video presentasi, 7 menit pemaparan, dan sisanya adalah tanya jawab panelis. Dalam kesempatan ini Pj. Bupati menyampaikan keresahan Masyarakat Nganjuk terhadap maraknya pemberian susu formula kepada bayi yang seharusnya menerima ASI Eksklusif. Karena itu pemerintah dibawah Dinas Kesehatan mencanangkan program Pondasi 5 Pilar : Pemberdayaan dan Pelibatan Organisasi Masyarakat untuk Dukungan ASI 5 Pilar. 5 Pilar Kegiatan itu sendiri adalah Pilar 1 Internalisasi Program, Pilar 2 Dukungan Kebijakan, Pilar 3 Intervensi Kegiatan di Masyarakat, Pilar 4 kegiatan di fasilitas Pro ASI, patuh 10 langkah keberhasilan menyusui dan Pilar 5 Dukungan Mitra (TP PKK); Ormas (Aisiyah, Muslimat); Organisasi Profesi (IBI, RSUD Nganjuk) dan juga pihak swasta.

Mendengar hal ini, para panelis mengaku bangga ada pemimpin yang konsern terhadap pentingnya ASI Eksklusif. Panelis Tulus Abadi mengatakan salah satu faktor kenapa para ibu terkadang tidak memberi ASI Eksklusif pada bayinya adalah adanya kerjasama dari produsen susu formula dengan tenaga medis, agar menganjurkan produk susu formula untuk diberikan kepada bayi. “Saya apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Nganjuk, karena masalah ASI Eksklusif ini adalah masallah nasional juga, banyak kasus, ternnyata tenaga justru bekerjasama dengan produsen susu formula untuk menawarkan produknya ke para ibu, nah ini harus dicegah,” terang Tulus.
Mengenai hal ini Pj. Bupati mengatakan pihaknya telah mengontrol penjualan susu formula. “Kami melalui regulasi melarang pemberian susu formula terhadap bayi baru lahir hingga usia 6 bulan pertama, karena di waktu tersebut bayi butuh ASI Eksklusif (kecuali para ibu yang memiliki masalah ASI), produsen susu juga sudah kami himbau untuk menarget konsumen setidaknya anak sudah lebih dari 2 tahun,” terang Pj. Bupati.

Bersamaan dengan Kabupaten Nganjuk, ada 10 inovasi yang dipresentasikan. Termasuk inovasi dari Pemprov Jatim yang dipaparkan oleh Gubernur Sukarwo, juga inovasi dari Kabupaten Trenggalek yang dipaparkan oleh Emil Dardak. Ke 99 inovator ini berlomba untuk meraih posisi 40 besar dan mendapat penghargaan langsung dari Presiden RI Joko Widodo.

Usai presentasi dan wawancara, akan ada penilaian lapangan dengan mendatangi langsung tempat-tempat yang menjadi wilayah inovasi. Pj. Bupati Nganjuk berharap Nganjuk bisa lolos ke 40 besar.(Adv/erny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *